BANK ASING DI AS TERFOKUS PADA STABLECOIN BERDASARKAN HASIL
Washington baru saja memasuki pertempuran keuangan yang baru.
Kelompok perbankan utama AS meningkatkan upaya lobi mereka terkait langkah #CLARITYAct stablecoin yang semakin dalam ke dunia keuangan tradisional.
Masalah inti:
Hasil.
Penerbit stablecoin 🔹 ingin langsung mengalirkan pendapatan hasil Treasury kepada pengguna.
Bank 🔹 khawatir modal bisa dengan cepat keluar dari rekening giro tradisional.
Dolar digital yang didukung Treasury kini bersaing langsung dengan deposito bank.
Dengan hasil Treasury AS yang masih mendekati puncak siklus, dolar yang ditokenisasi tiba-tiba menawarkan sesuatu yang sulit ditandingi bank:
Hasil onchain dengan likuiditas instan.
Perpindahan ini bisa mempercepat lebih cepat dari yang banyak orang harapkan.
Kelompok perbankan berargumen bahwa penerbit stablecoin beroperasi di bawah persyaratan regulasi yang lebih ringan sambil bersaing untuk modal pelanggan yang sama.
Sementara itu, pembuat undang-undang berusaha menyeimbangkan inovasi, risiko sistemik, dan struktur masa depan keuangan digital.
Tren yang lebih luas terus mempercepat:
🔹 BlackRock meluncurkan BUIDL.
🔹 Franklin Templeton memperluas produk Treasury yang ditokenisasi.
🔹 State Street dan Galaxy meluncurkan SWEEP di Solana.
🔹 PayPal’s PYUSD terus berkembang di seluruh jalur institusional.
Produk Treasury yang ditokenisasi sudah mengendalikan miliaran aset dan terus menarik permintaan institusional di pasar kripto.
Di kalangan keuangan, satu narasi terus menjadi semakin keras:
#Stablecoins sedang berkembang menjadi rekening bank digital yang menghasilkan hasil.
🔹 Bank mempertahankan simpanan.
🔹 Kripto menyerang jalur pembayaran.
🔹 Dolar yang ditokenisasi berkembang secara global.
✨PERANG UNTUK MASA DEPAN UANG SUDAH DIMULAI.
#BTCBackAbove80K
#GateSquareMayTradingShare
Washington baru saja memasuki pertempuran keuangan yang baru.
Kelompok perbankan utama AS meningkatkan upaya lobi mereka terkait langkah #CLARITYAct stablecoin yang semakin dalam ke dunia keuangan tradisional.
Masalah inti:
Hasil.
Penerbit stablecoin 🔹 ingin langsung mengalirkan pendapatan hasil Treasury kepada pengguna.
Bank 🔹 khawatir modal bisa dengan cepat keluar dari rekening giro tradisional.
Dolar digital yang didukung Treasury kini bersaing langsung dengan deposito bank.
Dengan hasil Treasury AS yang masih mendekati puncak siklus, dolar yang ditokenisasi tiba-tiba menawarkan sesuatu yang sulit ditandingi bank:
Hasil onchain dengan likuiditas instan.
Perpindahan ini bisa mempercepat lebih cepat dari yang banyak orang harapkan.
Kelompok perbankan berargumen bahwa penerbit stablecoin beroperasi di bawah persyaratan regulasi yang lebih ringan sambil bersaing untuk modal pelanggan yang sama.
Sementara itu, pembuat undang-undang berusaha menyeimbangkan inovasi, risiko sistemik, dan struktur masa depan keuangan digital.
Tren yang lebih luas terus mempercepat:
🔹 BlackRock meluncurkan BUIDL.
🔹 Franklin Templeton memperluas produk Treasury yang ditokenisasi.
🔹 State Street dan Galaxy meluncurkan SWEEP di Solana.
🔹 PayPal’s PYUSD terus berkembang di seluruh jalur institusional.
Produk Treasury yang ditokenisasi sudah mengendalikan miliaran aset dan terus menarik permintaan institusional di pasar kripto.
Di kalangan keuangan, satu narasi terus menjadi semakin keras:
#Stablecoins sedang berkembang menjadi rekening bank digital yang menghasilkan hasil.
🔹 Bank mempertahankan simpanan.
🔹 Kripto menyerang jalur pembayaran.
🔹 Dolar yang ditokenisasi berkembang secara global.
✨PERANG UNTUK MASA DEPAN UANG SUDAH DIMULAI.
#BTCBackAbove80K
#GateSquareMayTradingShare







